Masyarakat Desa Didampingi LSM LIRA Gelar Aksi Damai Di Kantor Desa Wajageseng

  • Whatsapp
banner 468x60

Lombok Tengah, LiraNews – Masyarakat wajageseng mendatangi kantor desa Wajageseng terkait keberadaan UD Mawar yang berada di Dusun Eat Nyur, yang menurut pendemo tidak sesuai dengan alamat yang di berikan dinas perijinan.

Dalam aksi yang dipimpin oleh perwakilan masyarakat Arian menyampaikan orasinya di depan gerbang kantor desa dan meminta kepala desa keluar untuk menemui mereka.

Hal senada juga disampaikan dalam orasi perwakilan dari LSM LIRA, Junaidi.S.Pd. ketua DPK Lira kecamatan Janapria meminta pemerintah desa untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan tidak mementingkan kepentingan kapitalisme karena ini sangat merugikan orang banyak.

Setelah selesai berorasi didepan gerbang kepala desa yang di pasilitas oleh pihak kepolisian akhirnya perwakilan aksi di ijinkan masuk ke ruangan kantor desa .

Dalam kesempatan itu tampak ketua BPD Kepala desa dan Wakapolres Lombok dan Kapolsek Kopang, disaat mediasi Junaidi selaku perwakilan membacakan tuntutan aksi damai dimana bunyi tuntutan sebagai berikut:

1. Teransparan dalam menjalankan aturan dan kebijakan desa sesuai dengan aturan desa yang berlaku.

2. Melakukan pembelaan terhadap warga masyarakat yang terdampak dengan keberadaan produksi tembako Etis UD Mawar dan kriminalisasi yang telah dilakukan pemilik UD Mawar kepada Masyrakat Wajageseng.

3. Menutup UD Mawar karena tidak sesuai dengan alamat,IMB, dan surat pernyataan kesanggupan pengelolaan dan pemantauan lingkungan (SPPL).

4. Memperjuangkan tali asih masyarakat wajageseng yang terdampak dengan produktivitas UD Mawar.

5.Siap mundur /berhenti menjabat kepala Desa Wajageseng apabila UD Mawar tidak di tutup.

6. Memerintahkan LPMD untuk mengkaji keberadaan UD Mawar.

7. Memperoses aparat / perangkat desa yang ikut terlibat dalam keberadaan UD Mawar. Meminta BPD untuk merkomendasikan/ pernyataan untuk menutup UD Mawar.

8. Memproses pemilik UD Mawar secara hukum yang telah melakukan pemalsuan dokumen tanda tangan kepala desa dalam proses pengurusan ijin UD Mawar

9. Membuat perdes untuk tidak boleh membuat usaha produksi tembakau Etis sejenis nya dan rokok di seluruh wilayah desa Wajageseng.

10. Menutup UD Mawar dan UD Nova karena tidak ada kontribusinya ke pemerintah Desa Wajageseng, dan meminta dinas perijinan utuk 11. 11. mencabut ijin SPPL karana tidak sesuai dengan lokasi UD Mawar yang berada di Dusun Peseng yang bernomer :07/647/PTK/PPW. tangal 12 januari 2006 yang menunjukan alamat Dusun Peseng.

Akan Tetapi walaupun mediasi agak alot dan panjang justru kesepakatan tidak ada yang didapat. Sedangkan kepala desa Wajageseng Dedi Ismayadi menyatakan , apapun bentuk nya terkait dengan UD Mawar, dia selaku kepala desa punya ranah dimana maslah hal menutup itu adalah kebijakan dari dinas terkait yang mengeluarkan ijin.

“Karena segala bentuk perijinan UD Mawar 2006 Lalu saya belum menjabat kepala desa akan tetapi saya selaku kepala desa hanya bisa memediasi dan mempasilitasi masyarakat untuk mencari solusi,” katanya.

Sehingga Wakapolres Lombok Tengah menyarankan kepada kepala desa untuk meninjau kembali keberadaan UD Mawar dengan melakukan kajian dan mencari informasi ke dinas terkait dan beliau juga berharap perwakilan aksi dan kepala desa untuk melakukan mediasi dan siap di fasilitasi di kantor Polres Lombok tengah supaya tidak ada yang dirugikan.

“Dengan membawa alat-alat bukti supaya tindakan bisa diambil apabila ada unsur pelanggaran admistrasi maupun aturan yang sudah di tetapkan UUD,” tegasnya. LN-TIM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60